Selasa, 19 Maret 2013

contoh PTK

http://kumpulanadministrasipenjashuda.blogspot.com/


Judul :
     Upaya Meningkatkan Kemampuan pasing Bawah Permaianan bola Voly dengan Metode Demontrasi pada siswa kelas V SDN Nglumber I Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro

A. Latar  Belakang Masalah
        Kegiatan olahraga yang dilakukan secara baik dan benar memiliki dampak positif dalam perkembangan siswa baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat. Karena kegiatan olahraga selain memberi manfaat kesehatan fisik juga dapat meningkatkan kemampuan berpikir dan sosialisasi siswa di berbagai bidang.
        Perkembangan olah raga di tanah air saat ini semakin semarak. Berbagai cabang olah raga mulai diminati oleh masyarakat baik di kota maupun di daerah. Antusias masyarakat terhadap perkembangan olahraga di tanah air di tunjukkan dengan dukungan mereka kepada atlet – atlet yang berlaga di kejuaraan baik tingkat nasional maupun internasional. Berbagai kejuaraan olahraga baik yang diselenggarakan di daerah maupun di ibukota selalu dPenjaskesdati oleh penonton, misalnya liga sepak bola Indonesia (Liga Djarum). Para seporter masing – masing kesebelasan memberikan dukungan moril maupun materiil kepada kesebelasan kesayangannya. Tak hanya sepak bola cabang olah raga yang lain seperti badminton, bola voli, basket, tenis lapangan dan tenis meja juga semarak di berbagai penjuru tanah air.
        Mencermati fenomena diatas tepat sekali kirannya bahwa saat ini olahraga telah menempati ruang khusus pada masyarakat Indonesia. Olahraga menjadi bukan sekedar kebutuhan namun juga hiburan yang layak di tonton. Jika dahulu piminat olahraga hanya di dominasi oleh para lelaki dewasa saat ini para wanita dan anak – anak kecil pun juga menaruh minat yang sangat besar kepada perkembangan olah raga.
        Kepedulian masyarakat kepada olahraga juga ditunjukkan dengan pembinaan atlet – atlet daerah. Kerjasama dengan pemerintah baik ditingkat daerah, propinsi maupun tingkat nasional hingga internasional. Maka tidak mengherankan apabila di daerah mulai bermunculan club – club olahraga kecil maupun besar dari berbagai cabang olahraga.
        Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal yang berperan sebagai wadah mendidik siswa untuk cerdas, terampil, dan memiliki wawasan yang luas juga dapat berfungsi untuk mencari bibit unggul dalam bidang olahraga. Mencari bibit unggulan tidaklah mudah harus ada suatu kerjasama antara lembaga masyarakat dan berbagai pihak terkait. Seorang siswa yang memiliki bakat dalam bidang olahraga tertentu harus dibina secara baik dan aktif supaya siap berprestasi.
        Permasalahan yang sering dihadapi sekolah dalam membina siswa dalam bidang olahrga adalah kurangnya motivasi siswa dalam belajar suatu cabang olahraga tertentu. Siswa cenderung mengangap olahraga hanya sebagai hiburan semata. Mereka kurang serius dalam memfokuskan diri dalam cabang olah raga tertentu yang di gemari padahal mereka memiliki minat dan bakat dalam bidang tersebut.

        Sedangkan berhasilnya tujuan pembelajaran ditentukan oleh banyak faktor diantaranya adalah faktor guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar, karena guru secara langsung dapat mempengaruhi, membina dan meningkatkan kecerdasan serta keterampilan siswa. Untuk mengatasi permasalahn diatas dan guna mencapai tujuan pendidikan secara maksimal, peran guru sangat penting dan diharapkan guru mampu  menyampaikan semua mata pelajaran yang tercantum dalam proses pembelajaran secara tepat dan sesuai dengan konsep-konsep mata pelajaran yang akan disampaikan.
        Berdasarkan uraian diatas, maka perlu dilakukan suatu penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi siswa dalam pelajaran jasmani. Dalam penelitian ini materi yang dipilih adalah cabang olahraga bola voli karena olah raga ini merupakan salah satu olahraga yang populer. Dalam penelitian ini peneliti memilih judul penelitian, “ Upaya Meningkatkan Kemampuan pasing Bawah Permaianan bola Voly dengan Metode Demontrasi pada siswa kelas V SDN Nglumber I Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro”

B. Rumusan Masalah
               Berdasarkan latar belakang diatas maka dirumuskan suatu maslaah sebagai berikut:
     1.  Bagaimana meningkakan Kemampuan pasing bawah Pada permaianan  Bola Voli pada sisswa kelas V SDN Nglumber I dengan diterapkannya metode Demontrasi ?
     2.  Bagaimanakah pengaruh metode Demontrasi terhadap peningkatan  pasing bawah pada siwa kelas v SDN Nglumber I ?

C. Tujuan Penelitian
              Sesuai dengan permasalahan diatas, penelitian ini bertujuan untuk:
     1.  Mengetahui peningkatan  kemampuan pasing bawah setelah diterapkan metode Demontrasi pada sisswa kelas V SDN Nglumber I
     2.  Mengetahui pengaruh metode Demontrasi terhadap peningkatan  pasing bawah pada siwa kelas v SDN Nglumber I ?

D. Manfaat  Penelitian
a.Bagi siswa
     Meningkatkan kemampuan permainan bola voli khususnya pasing bawah 
b.Bagi Guru                 
     Memberikan informasi tentang metode pembelajaran yang sesuai dengan mata PelajaranPenjas.
c.Bagi Sekolah
          Dapat digunakan sebagai acuan untuk menyelesaikan permasalahan  pembelajaran



E. Asumsi
              Dalam  penelitian ini diasumsikan bahwa :
     1.  Siswa mengikuti pelajaran dengan sungguh-sungguh dari awal sampai akhir pelajaran.
     2.  Siswa menerima semua penjelasan yang disampaikan guru dengan baik
     3.  Dalam mengerjakan soal tes tanpa dipengaruhi orang lain
    
F. Batasan Masalah
              Karena keterbatasan waktu, maka diperlukan pembatasan masalah yang meliputi
     1.  Penelitian ini hanya dikenakan pada siswa kelas V SDN Nglumber I kec.
          Kepohbaru Kab. Bojonegoro
     2.  Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli semester genap tahun ajaran 2010 /2011
     3.  Materi yang disampaikan adalah pokok bahasan Permaianan bola besar











G.KAJIAN PUSTAKA
a.  Sejarah Bola Voli
      Permainan bola voli diciptakan oleh William G. Morgan pada tahun 1985. ia adalah seorang Pembina pendidikan jasmani pada Young Men Christian Association (YMCA di kota Holyoke, Massachusetts, Amerika Serikat.
      Nama permainan in semula disebut “Minonette” yang hamper serupa dengan permainan badminton. Jumlah pemain di sini tak terbatas sesuai dengan tujuan semula yakni untuk mengembangkan kesegaran jasmani para buruh di samping bersenam secara missal. William G. Morgan kemudian melanjutkan idenya untuk mengembangkan permainan tersebut agar mencapai cabang olahraga yang dipertandingkan.
      Nama permainan kemudian menjadi “volley ball yang artinya kurang lebih mem-volley bola berganti-ganti. Perkembangna permainan bola voli pada waktu itu di Amerika Serikat sangat cepat berkat usaha William G. Morgan.
      Tahun 1922 YMCA berhasil mengadakan kejuaraan nasional bola voli di Negara Amerika Serikat. Pada saat perang dunia I tentara-tenatra sekutu menyebarluaskan permainan ini ke Negara –negara Asia dan Eropa terutama negarea Jepang, Cina, India, Filipina, Perancis, Rusia, Estonia, Latvia, Ceko-slovakia, Rumania, Yugoslavia dan Jerman.
      Dalam perang dunia II permainan ini tersebar luas di seluruh dunia terutama di Eropa dan Asia. Setelah perang dunia II prestasi dan popularitas bola voli di USA menurun, sedang di Negara lain terutama Eropa Timur dan Asia berkembang sangat cepat dan massal.

b.  Prestasi Belajar Penjaskes
Belajar dapat membawa suatu perubahan pada individu yang belajar. Perubahan ini merupakan pengalaman tingkah laku dari yang kurang baik menjadi lebih baik. Pengalaman dalam belajar merupakan pengalaman yang dituju pada hasil yang akan dicapai siswa dalam proses belajar di sekolah. Menurut Poerwodarminto (1991: 768), prestasi belajar adalah hasil yang dicapai (dilakukan, dekerjakan), dalam hal ini prestasi belajar merupakan hasil pekerjaan, hasil penciptaan oleh seseorang yang diperoleh dengan ketelitian kerja serta perjuangan yang membutuhkan pikiran.
Berdasarkan uraian diatas dapat dikatakan bahwa prestasi belajar yang dicapai oleh siswa dengan melibatkan seluruh potensi yang dimilikinya setelah siswa itu melakukan kegiatan belajar. Pencapaian hasil belajar tersebut dapat diketahui dengan megadakan penilaian tes hasil belajar. Penilaian diadakan untuk mengetahui sejauh mana siswa telah berhasil mengikuti pelajaran yang diberikan oleh guru. Di samping itu guru dapat mengetahui sejauh mana keberhasilan guru dalam proses belajar mengajar di sekolah.
Sejalan dengan prestasi belajar, maka dapt diartikan bahwa prestasi belajar Penjaskes adalah nilai yang dipreoleh siswa setelah melibatkan secara langsung/aktif seluruh potensi yang dimilikinya baik aspek kognitif (pengetahuan), afektif (sikap) dan psikomotor (keterampilan) dalam proses belajar mengajar Penjaskes.

c.  Teknik Permainan Bola Voli
      Teknik adalah suatu proses melahirkan dan pembuktian dalam praktek dengan sebaik mungkin untuk menyelesaikan tugas yang pasti dalam cabang permainan bola voli.
      Dalam mempertinggi prestasi bola voli, teknik ini erat hubungannya dengan kemampuan gerak, kondisi fisik, taktik dan mental. Teknik dasar bola voli harus harus betul-betul dikuasai terlebih dahulu guna dapat mengembangkan mutu prestasi permainan bola voli.
      Penguasaan teknk dasar permainan bola voli merupakan salah satu unsure yang ikut menentukan menang atau kalahnya suatu regu di dalam suatu pertandingan di samping unsure-unsur kondisi fisik, taktik dan mental.
      Adapun teknik-teknik dasar permainan bola voli menurut sistematikanya adalah sebagai berikut :
·         teknik dasar pasing atas
·         teknik pasing bawah
·         set-up/umpan
·         smash : 1. normal smash
·         semi smash
·         push smash
·         servis : 1. servis tangan bawah
·         servis tangan atas
·         block/bendungan : 1. block tunggal
·         block berkawan
H.Metode Demontrasi
Metode demonstrasi adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan dan urutan melakukan suatu kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang yang relevan dengan pokok bahasan atau meteri yang sedang disajikan. Muhibbin syah (2000).
Metode demonstrasi adalah metode tang digunakan untuk memperlihatkan sesuatu proses atau cara kerja suatu benda yang berkenaan dengan bahan pembelajaran. Syaiful Bahri Djamarah, (2000).
Model pembelajaran sebagai suatu rencana atau kerangka yang dapat digunakan untuk merancang mekanisme pembelajaran yang bermakna, menurut West brook 4 rongers (1994) jenis program pembelajaran yang diterapkan mempengaruhi pengembanganb. Kemampuan penalaran siswa, komponen utama yang secra langsung membentuk model pembelajaran adalah meteri subjek yang dibahas., guru pengajar, tahap berpikir siswa sebagai subjek belajar, pendekatan dan metode, serta alat evaluasi yang digunakan.
            Langkah-langkah :
  1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
  2. Guru menyajikan gambaran sekilas materi yang akan disampaikan
  3. Menyiapkan bahan atau alat yang diperlukan
  4. Menunjuk salah seorang siswa untuk mendemontrasikan sesuai skenario yang telah disiapkan. pengaruh metode Demontrasi terhadap peningkatan  pasing bawah pada siwa kelas V SDN Nglumber I ?
  5. Seluruh siswa memperhatikan demontrasi dan menganalisanya.
  6. Tiap siswa mengemukakan hasil analisanya dan juga pengalaman siswa didemontrasikan.
  7. Guru membuat kesimpulan.

I.Rencana dan prosedur penelitian
a.   Penelitian Tindakan Kelas
      Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah merupakan hasil kegiatan manusia berupa pengetahuan, gagasan dan konsep yang terorganisasi tentang alam sekitar yang diperoleh dari pengalaman melalui serangkaian  proses alamiah antara lain penyelidikan, penyusunan dan pengujian gagasan-gagasan (Kurikulum SD, 1993 : 125).

          Jenis Penelitian yang dilakukan disini adalah penelitian tindakan kelas.
b. Lokasi dan subjek penelitian
1. Lokasi
         Penelitian ini dilakukan di SD Nglumber 1 Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro  di mana peneliti melaksanakan tugas sebagai guru pengajar. Obyek penelitian siswa kelas V semester 1 pada mata pelajaran Penjaskes pokok bahasan pasing bawah bola voli di SD Nglumber 1 Kecamatan Kabupaten Bojonegoro Tahun pelajaran 2011/2012.

2. Waktu
         Penelitian ini dilakukan selama 2 bulan yaitu  mulai minggu kedua bulan Juli sampai dengan minggu kedua bulan Septembeer 2011.

3. Mata Pelajaran
         Perbaikan pembelajaran ini dilakukan pada mata pelajaran Penjaskes kelas V semester1 untuk pokok bahasan pasing bawah bola voli.

4. Karakteristik Siswa
         Para siswa kelas V di SD Negeri Nglumber 1 mempunyai kecenderungan untuk tidak bisa diam jika diberikan metode belajar ceramah. Mereka tidak memperhatikan guru yang sedang menjelaskan di depan kelas. Karena dalam usia mereka, mereka lebih suka bermain dari pada harus duduk diam dan mendengarkan.

c. Deskripsi Per Siklus
            Dalam penelitian ini digunakan 2 siklus meliputi tahap – tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Masing – masing siklus berlangsung 2 atau 3 kali pertemuan dan penelitian ini dilakasanakan dari minggu kedua bulan Juli sampai minggu ke dua bulan September 2011, tiap siklus dilaksanakan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, permasalahan yang belum dapat dipecahkan dalam siklus 1 direflesikan bersama tim peneliti dalam suatu pertemuan untuk mencari penyebabnya, selanjutnya peneliti melakuakan berbagai langkah perbaikan untuk diterapkan dalamn siklus II, Hal ini dilaksanakan terus dari satu siklus ke siklus berikutnya sampai masalah yang dihadapi dapat di pecahkan secara tuntas

Ø  Perencanaan (Planning)
      Sebagai tahap awal guru mempersiapkan kegiatan belajar mengajar (KBM) antara lain :
·                                                            Mempersiapkan buku – buku sebagai sumber belajar
·         Mempersiapkan berbagai benda penghantar panas sebagai bahan pendukung pembelajaran.
·                                                            Mempersiapkan materi yang akan disampaikan

Ø  Pengamatan (Observing)
      Perencanaan siklus I dapat dilaksanakan tapi belum maksimal sebab ada beberapa siswa yang masih bingung dengan penerapan metode demonstrasi tersebut dalam pembelajaran. Sementara itu pengarahan terhadap siswa dalam melakukan diskusi terlihat mempengaruhi motivasi dan keaktifan belajar siswa walaupun belum optimal. Berdasarkan pengamatan yang diperoleh dalam siklus yang diperoleh hasil sebagai berikut :
1.      Siswa merasa belum percaya diri dalam mengemukakan pendapatnya tentang demonstrasi yang dilaksanakan didepan kelas.
2.      Sebagian besar siswa tertarik dengan metode yang diterapkan. Terbukti dengan antusiasme mereka memperhatikan demonstrasi yang dilaksanakan didepan kelas.
3.      Ada beberapa siswa yang cenderung ramai.

Ø  Refleksi
      Setelah selesai pelaksanaan tindakan diadakan refleksi untuk membahas hasil observasi yang telah dilakukan. Dalam refleksi ini observasi memberikan data tentang pelaksanaan pembelajaran. Data yang tersedia kemudian dianalisis.
1.            Proses belajar mengajar berjalan sesuai rencana  walaupun belum sempurna.
2.            Siswa masih banyak yang belum memahami metode demonstrasi.
3.            Suasana kelas cenderung masih ramai dan belum mengarah ke kondisi hidup.
4.      Siswa masih ragu-ragu bertanya sehingga guru cenderung lebih banyak menjelaskan.

2) Siklus II
Ø  Perencanaan (Planning)
·         Guru memberikan penjelasan ulang tentang tujuan pembelajaran yang kondusif melalui metode demonstrasi pada pokok bahasan pasing bawah bola voli agar tidak disalah artikan oleh para siswa.
·         Guru menjelaskan cara-cara dan kegiatan yang akan dilakukan dalam pembelajaran.
·         Guru mengecek perlengkapan yang akan digunakan dalam pembelajaran.

Ø  Pelaksanaan (Action)
·         Penyerahan laporan sederhana tentang tugas yang sebelumnya diberikan pada siklus I
·         Siswa melakukan pengamatan secara bergiliran.

Ø  Pengamatan
Dari pengamatan yang diperoleh peneliti diketahui bahwa :
a.       Langkah – langkah kegiatan dalam penerapan metode demonstrasi sudah dilaksanakan dengan baik.
b.      Keberhasilan guru dalam membimbing dan memantau para siswa sudah memadai. Hal ini dilihat dari hampir semua siswa tertarik untuk melaksanakan demonstrasi dan melakukan pengamatan.
c.       Dari lembar observasi diperoleh keterangan bahwa para siswa selama pembelajaran mengalami kemajuan motivasi dan semangat melakukan kegiatan karena menurut mereka pembelajaran dengan metode demonstrasi ini sangat menyenangkan.

Ø  Refleksi
Dari hasil pengamatan guru peneliti dan guru pengamat pada siklus II dapat direfleksikan sebagai berikut :
a.       Semua tindakan yang direncanakan dapat berjalan dengan lancar.
b.      Siswa menjadi terlatih untuk menyimpulkan suatu konsep dalam sebuah pokok bahasan.
c.       Siswa mendapat pengalaman bahwa pelajaran Penjaskes dapat dihubungkan dengan fenomena – fenomena alam yang ada disekitar mereka

d. Instrumen Penelitian
      Untuk mengumpulkan data hasil penelitian maka digunakan beberapa  instrument sebagai berikut :
o        Lembar rencana pembelajaran kegiatan belajar mengajar
o        Lembar instrumen berupa soal-soal
o        Rubrik Penilaian
o        Lembar Evaluasi



J. JADWAL PENELITIAN
No
Kegiatan
Bulan
1
2
3
4
5
6
1
Sstudy Penelitian






2
Menyusun Proposal






3
Pengumpulan data






4
Analisis data






5
Menyusun draf Laporan






6
Revisi





























DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi , 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Prakti
Jakarta PT. Rineksa Cipta

Engkos S.R. 1994. Penjaskes. Jakarta; Erlangga

Husni, Agusta, dkk. 1987. Buku  pintar Olahraga . Jakarta; CV Mawar Gempita
Muhajir, 1998, Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Untuk SD Kelas 3,
JakartaErlangga
Slamet, S.R. 1994.Penjaskes 3. Jakarta; Tiga  Serangkai

Suharno. 1986, Ilmu Kepelatihan Olah Raga Yogyakarta; IKIP Yogyakarta.

Syarifuddin, Aib. 1997, Penjaskes 1,2,3, Jakarta; PT. Gramedia Widiasmara
Indonesia

Muhamamad Muhyi F.2009,Trampil Kinesterika, JakartaPT.Gramedia Widiasarana Indonesia.















































  
Judul :
     Upaya Meningkatkan Kemampuan pasing Bawah Permaianan bola Voly dengan Metode Demontrasi pada siswa kelas V SDN Nglumber I Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro

A. Latar  Belakang Masalah
        Kegiatan olahraga yang dilakukan secara baik dan benar memiliki dampak positif dalam perkembangan siswa baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat. Karena kegiatan olahraga selain memberi manfaat kesehatan fisik juga dapat meningkatkan kemampuan berpikir dan sosialisasi siswa di berbagai bidang.
        Perkembangan olah raga di tanah air saat ini semakin semarak. Berbagai cabang olah raga mulai diminati oleh masyarakat baik di kota maupun di daerah. Antusias masyarakat terhadap perkembangan olahraga di tanah air di tunjukkan dengan dukungan mereka kepada atlet – atlet yang berlaga di kejuaraan baik tingkat nasional maupun internasional. Berbagai kejuaraan olahraga baik yang diselenggarakan di daerah maupun di ibukota selalu dPenjaskesdati oleh penonton, misalnya liga sepak bola Indonesia (Liga Djarum). Para seporter masing – masing kesebelasan memberikan dukungan moril maupun materiil kepada kesebelasan kesayangannya. Tak hanya sepak bola cabang olah raga yang lain seperti badminton, bola voli, basket, tenis lapangan dan tenis meja juga semarak di berbagai penjuru tanah air.
        Mencermati fenomena diatas tepat sekali kirannya bahwa saat ini olahraga telah menempati ruang khusus pada masyarakat Indonesia. Olahraga menjadi bukan sekedar kebutuhan namun juga hiburan yang layak di tonton. Jika dahulu piminat olahraga hanya di dominasi oleh para lelaki dewasa saat ini para wanita dan anak – anak kecil pun juga menaruh minat yang sangat besar kepada perkembangan olah raga.
        Kepedulian masyarakat kepada olahraga juga ditunjukkan dengan pembinaan atlet – atlet daerah. Kerjasama dengan pemerintah baik ditingkat daerah, propinsi maupun tingkat nasional hingga internasional. Maka tidak mengherankan apabila di daerah mulai bermunculan club – club olahraga kecil maupun besar dari berbagai cabang olahraga.
        Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal yang berperan sebagai wadah mendidik siswa untuk cerdas, terampil, dan memiliki wawasan yang luas juga dapat berfungsi untuk mencari bibit unggul dalam bidang olahraga. Mencari bibit unggulan tidaklah mudah harus ada suatu kerjasama antara lembaga masyarakat dan berbagai pihak terkait. Seorang siswa yang memiliki bakat dalam bidang olahraga tertentu harus dibina secara baik dan aktif supaya siap berprestasi.
        Permasalahan yang sering dihadapi sekolah dalam membina siswa dalam bidang olahrga adalah kurangnya motivasi siswa dalam belajar suatu cabang olahraga tertentu. Siswa cenderung mengangap olahraga hanya sebagai hiburan semata. Mereka kurang serius dalam memfokuskan diri dalam cabang olah raga tertentu yang di gemari padahal mereka memiliki minat dan bakat dalam bidang tersebut.

        Sedangkan berhasilnya tujuan pembelajaran ditentukan oleh banyak faktor diantaranya adalah faktor guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar, karena guru secara langsung dapat mempengaruhi, membina dan meningkatkan kecerdasan serta keterampilan siswa. Untuk mengatasi permasalahn diatas dan guna mencapai tujuan pendidikan secara maksimal, peran guru sangat penting dan diharapkan guru mampu  menyampaikan semua mata pelajaran yang tercantum dalam proses pembelajaran secara tepat dan sesuai dengan konsep-konsep mata pelajaran yang akan disampaikan.
        Berdasarkan uraian diatas, maka perlu dilakukan suatu penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi siswa dalam pelajaran jasmani. Dalam penelitian ini materi yang dipilih adalah cabang olahraga bola voli karena olah raga ini merupakan salah satu olahraga yang populer. Dalam penelitian ini peneliti memilih judul penelitian, “ Upaya Meningkatkan Kemampuan pasing Bawah Permaianan bola Voly dengan Metode Demontrasi pada siswa kelas V SDN Nglumber I Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro”

B. Rumusan Masalah
               Berdasarkan latar belakang diatas maka dirumuskan suatu maslaah sebagai berikut:
     1.  Bagaimana meningkakan Kemampuan pasing bawah Pada permaianan  Bola Voli pada sisswa kelas V SDN Nglumber I dengan diterapkannya metode Demontrasi ?
     2.  Bagaimanakah pengaruh metode Demontrasi terhadap peningkatan  pasing bawah pada siwa kelas v SDN Nglumber I ?

C. Tujuan Penelitian
              Sesuai dengan permasalahan diatas, penelitian ini bertujuan untuk:
     1.  Mengetahui peningkatan  kemampuan pasing bawah setelah diterapkan metode Demontrasi pada sisswa kelas V SDN Nglumber I
     2.  Mengetahui pengaruh metode Demontrasi terhadap peningkatan  pasing bawah pada siwa kelas v SDN Nglumber I ?

D. Manfaat  Penelitian
a.Bagi siswa
     Meningkatkan kemampuan permainan bola voli khususnya pasing bawah 
b.Bagi Guru                 
     Memberikan informasi tentang metode pembelajaran yang sesuai dengan mata PelajaranPenjas.
c.Bagi Sekolah
          Dapat digunakan sebagai acuan untuk menyelesaikan permasalahan  pembelajaran



E. Asumsi
              Dalam  penelitian ini diasumsikan bahwa :
     1.  Siswa mengikuti pelajaran dengan sungguh-sungguh dari awal sampai akhir pelajaran.
     2.  Siswa menerima semua penjelasan yang disampaikan guru dengan baik
     3.  Dalam mengerjakan soal tes tanpa dipengaruhi orang lain
    
F. Batasan Masalah
              Karena keterbatasan waktu, maka diperlukan pembatasan masalah yang meliputi
     1.  Penelitian ini hanya dikenakan pada siswa kelas V SDN Nglumber I kec.
          Kepohbaru Kab. Bojonegoro
     2.  Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli semester genap tahun ajaran 2010 /2011
     3.  Materi yang disampaikan adalah pokok bahasan Permaianan bola besar











G.KAJIAN PUSTAKA
a.  Sejarah Bola Voli
      Permainan bola voli diciptakan oleh William G. Morgan pada tahun 1985. ia adalah seorang Pembina pendidikan jasmani pada Young Men Christian Association (YMCA di kota Holyoke, Massachusetts, Amerika Serikat.
      Nama permainan in semula disebut “Minonette” yang hamper serupa dengan permainan badminton. Jumlah pemain di sini tak terbatas sesuai dengan tujuan semula yakni untuk mengembangkan kesegaran jasmani para buruh di samping bersenam secara missal. William G. Morgan kemudian melanjutkan idenya untuk mengembangkan permainan tersebut agar mencapai cabang olahraga yang dipertandingkan.
      Nama permainan kemudian menjadi “volley ball yang artinya kurang lebih mem-volley bola berganti-ganti. Perkembangna permainan bola voli pada waktu itu di Amerika Serikat sangat cepat berkat usaha William G. Morgan.
      Tahun 1922 YMCA berhasil mengadakan kejuaraan nasional bola voli di Negara Amerika Serikat. Pada saat perang dunia I tentara-tenatra sekutu menyebarluaskan permainan ini ke Negara –negara Asia dan Eropa terutama negarea Jepang, Cina, India, Filipina, Perancis, Rusia, Estonia, Latvia, Ceko-slovakia, Rumania, Yugoslavia dan Jerman.
      Dalam perang dunia II permainan ini tersebar luas di seluruh dunia terutama di Eropa dan Asia. Setelah perang dunia II prestasi dan popularitas bola voli di USA menurun, sedang di Negara lain terutama Eropa Timur dan Asia berkembang sangat cepat dan massal.

b.  Prestasi Belajar Penjaskes
Belajar dapat membawa suatu perubahan pada individu yang belajar. Perubahan ini merupakan pengalaman tingkah laku dari yang kurang baik menjadi lebih baik. Pengalaman dalam belajar merupakan pengalaman yang dituju pada hasil yang akan dicapai siswa dalam proses belajar di sekolah. Menurut Poerwodarminto (1991: 768), prestasi belajar adalah hasil yang dicapai (dilakukan, dekerjakan), dalam hal ini prestasi belajar merupakan hasil pekerjaan, hasil penciptaan oleh seseorang yang diperoleh dengan ketelitian kerja serta perjuangan yang membutuhkan pikiran.
Berdasarkan uraian diatas dapat dikatakan bahwa prestasi belajar yang dicapai oleh siswa dengan melibatkan seluruh potensi yang dimilikinya setelah siswa itu melakukan kegiatan belajar. Pencapaian hasil belajar tersebut dapat diketahui dengan megadakan penilaian tes hasil belajar. Penilaian diadakan untuk mengetahui sejauh mana siswa telah berhasil mengikuti pelajaran yang diberikan oleh guru. Di samping itu guru dapat mengetahui sejauh mana keberhasilan guru dalam proses belajar mengajar di sekolah.
Sejalan dengan prestasi belajar, maka dapt diartikan bahwa prestasi belajar Penjaskes adalah nilai yang dipreoleh siswa setelah melibatkan secara langsung/aktif seluruh potensi yang dimilikinya baik aspek kognitif (pengetahuan), afektif (sikap) dan psikomotor (keterampilan) dalam proses belajar mengajar Penjaskes.

c.  Teknik Permainan Bola Voli
      Teknik adalah suatu proses melahirkan dan pembuktian dalam praktek dengan sebaik mungkin untuk menyelesaikan tugas yang pasti dalam cabang permainan bola voli.
      Dalam mempertinggi prestasi bola voli, teknik ini erat hubungannya dengan kemampuan gerak, kondisi fisik, taktik dan mental. Teknik dasar bola voli harus harus betul-betul dikuasai terlebih dahulu guna dapat mengembangkan mutu prestasi permainan bola voli.
      Penguasaan teknk dasar permainan bola voli merupakan salah satu unsure yang ikut menentukan menang atau kalahnya suatu regu di dalam suatu pertandingan di samping unsure-unsur kondisi fisik, taktik dan mental.
      Adapun teknik-teknik dasar permainan bola voli menurut sistematikanya adalah sebagai berikut :
·         teknik dasar pasing atas
·         teknik pasing bawah
·         set-up/umpan
·         smash : 1. normal smash
·         semi smash
·         push smash
·         servis : 1. servis tangan bawah
·         servis tangan atas
·         block/bendungan : 1. block tunggal
·         block berkawan
H.Metode Demontrasi
Metode demonstrasi adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan dan urutan melakukan suatu kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang yang relevan dengan pokok bahasan atau meteri yang sedang disajikan. Muhibbin syah (2000).
Metode demonstrasi adalah metode tang digunakan untuk memperlihatkan sesuatu proses atau cara kerja suatu benda yang berkenaan dengan bahan pembelajaran. Syaiful Bahri Djamarah, (2000).
Model pembelajaran sebagai suatu rencana atau kerangka yang dapat digunakan untuk merancang mekanisme pembelajaran yang bermakna, menurut West brook 4 rongers (1994) jenis program pembelajaran yang diterapkan mempengaruhi pengembanganb. Kemampuan penalaran siswa, komponen utama yang secra langsung membentuk model pembelajaran adalah meteri subjek yang dibahas., guru pengajar, tahap berpikir siswa sebagai subjek belajar, pendekatan dan metode, serta alat evaluasi yang digunakan.
            Langkah-langkah :
  1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
  2. Guru menyajikan gambaran sekilas materi yang akan disampaikan
  3. Menyiapkan bahan atau alat yang diperlukan
  4. Menunjuk salah seorang siswa untuk mendemontrasikan sesuai skenario yang telah disiapkan. pengaruh metode Demontrasi terhadap peningkatan  pasing bawah pada siwa kelas V SDN Nglumber I ?
  5. Seluruh siswa memperhatikan demontrasi dan menganalisanya.
  6. Tiap siswa mengemukakan hasil analisanya dan juga pengalaman siswa didemontrasikan.
  7. Guru membuat kesimpulan.

I.Rencana dan prosedur penelitian
a.   Penelitian Tindakan Kelas
      Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah merupakan hasil kegiatan manusia berupa pengetahuan, gagasan dan konsep yang terorganisasi tentang alam sekitar yang diperoleh dari pengalaman melalui serangkaian  proses alamiah antara lain penyelidikan, penyusunan dan pengujian gagasan-gagasan (Kurikulum SD, 1993 : 125).

          Jenis Penelitian yang dilakukan disini adalah penelitian tindakan kelas.
b. Lokasi dan subjek penelitian
1. Lokasi
         Penelitian ini dilakukan di SD Nglumber 1 Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro  di mana peneliti melaksanakan tugas sebagai guru pengajar. Obyek penelitian siswa kelas V semester 1 pada mata pelajaran Penjaskes pokok bahasan pasing bawah bola voli di SD Nglumber 1 Kecamatan Kabupaten Bojonegoro Tahun pelajaran 2011/2012.

2. Waktu
         Penelitian ini dilakukan selama 2 bulan yaitu  mulai minggu kedua bulan Juli sampai dengan minggu kedua bulan Septembeer 2011.

3. Mata Pelajaran
         Perbaikan pembelajaran ini dilakukan pada mata pelajaran Penjaskes kelas V semester1 untuk pokok bahasan pasing bawah bola voli.

4. Karakteristik Siswa
         Para siswa kelas V di SD Negeri Nglumber 1 mempunyai kecenderungan untuk tidak bisa diam jika diberikan metode belajar ceramah. Mereka tidak memperhatikan guru yang sedang menjelaskan di depan kelas. Karena dalam usia mereka, mereka lebih suka bermain dari pada harus duduk diam dan mendengarkan.

c. Deskripsi Per Siklus
            Dalam penelitian ini digunakan 2 siklus meliputi tahap – tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Masing – masing siklus berlangsung 2 atau 3 kali pertemuan dan penelitian ini dilakasanakan dari minggu kedua bulan Juli sampai minggu ke dua bulan September 2011, tiap siklus dilaksanakan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, permasalahan yang belum dapat dipecahkan dalam siklus 1 direflesikan bersama tim peneliti dalam suatu pertemuan untuk mencari penyebabnya, selanjutnya peneliti melakuakan berbagai langkah perbaikan untuk diterapkan dalamn siklus II, Hal ini dilaksanakan terus dari satu siklus ke siklus berikutnya sampai masalah yang dihadapi dapat di pecahkan secara tuntas

Ø  Perencanaan (Planning)
      Sebagai tahap awal guru mempersiapkan kegiatan belajar mengajar (KBM) antara lain :
·                                                            Mempersiapkan buku – buku sebagai sumber belajar
·         Mempersiapkan berbagai benda penghantar panas sebagai bahan pendukung pembelajaran.
·                                                            Mempersiapkan materi yang akan disampaikan

Ø  Pengamatan (Observing)
      Perencanaan siklus I dapat dilaksanakan tapi belum maksimal sebab ada beberapa siswa yang masih bingung dengan penerapan metode demonstrasi tersebut dalam pembelajaran. Sementara itu pengarahan terhadap siswa dalam melakukan diskusi terlihat mempengaruhi motivasi dan keaktifan belajar siswa walaupun belum optimal. Berdasarkan pengamatan yang diperoleh dalam siklus yang diperoleh hasil sebagai berikut :
1.      Siswa merasa belum percaya diri dalam mengemukakan pendapatnya tentang demonstrasi yang dilaksanakan didepan kelas.
2.      Sebagian besar siswa tertarik dengan metode yang diterapkan. Terbukti dengan antusiasme mereka memperhatikan demonstrasi yang dilaksanakan didepan kelas.
3.      Ada beberapa siswa yang cenderung ramai.

Ø  Refleksi
      Setelah selesai pelaksanaan tindakan diadakan refleksi untuk membahas hasil observasi yang telah dilakukan. Dalam refleksi ini observasi memberikan data tentang pelaksanaan pembelajaran. Data yang tersedia kemudian dianalisis.
1.            Proses belajar mengajar berjalan sesuai rencana  walaupun belum sempurna.
2.            Siswa masih banyak yang belum memahami metode demonstrasi.
3.            Suasana kelas cenderung masih ramai dan belum mengarah ke kondisi hidup.
4.      Siswa masih ragu-ragu bertanya sehingga guru cenderung lebih banyak menjelaskan.

2) Siklus II
Ø  Perencanaan (Planning)
·         Guru memberikan penjelasan ulang tentang tujuan pembelajaran yang kondusif melalui metode demonstrasi pada pokok bahasan pasing bawah bola voli agar tidak disalah artikan oleh para siswa.
·         Guru menjelaskan cara-cara dan kegiatan yang akan dilakukan dalam pembelajaran.
·         Guru mengecek perlengkapan yang akan digunakan dalam pembelajaran.

Ø  Pelaksanaan (Action)
·         Penyerahan laporan sederhana tentang tugas yang sebelumnya diberikan pada siklus I
·         Siswa melakukan pengamatan secara bergiliran.

Ø  Pengamatan
Dari pengamatan yang diperoleh peneliti diketahui bahwa :
a.       Langkah – langkah kegiatan dalam penerapan metode demonstrasi sudah dilaksanakan dengan baik.
b.      Keberhasilan guru dalam membimbing dan memantau para siswa sudah memadai. Hal ini dilihat dari hampir semua siswa tertarik untuk melaksanakan demonstrasi dan melakukan pengamatan.
c.       Dari lembar observasi diperoleh keterangan bahwa para siswa selama pembelajaran mengalami kemajuan motivasi dan semangat melakukan kegiatan karena menurut mereka pembelajaran dengan metode demonstrasi ini sangat menyenangkan.

Ø  Refleksi
Dari hasil pengamatan guru peneliti dan guru pengamat pada siklus II dapat direfleksikan sebagai berikut :
a.       Semua tindakan yang direncanakan dapat berjalan dengan lancar.
b.      Siswa menjadi terlatih untuk menyimpulkan suatu konsep dalam sebuah pokok bahasan.
c.       Siswa mendapat pengalaman bahwa pelajaran Penjaskes dapat dihubungkan dengan fenomena – fenomena alam yang ada disekitar mereka

d. Instrumen Penelitian
      Untuk mengumpulkan data hasil penelitian maka digunakan beberapa  instrument sebagai berikut :
o        Lembar rencana pembelajaran kegiatan belajar mengajar
o        Lembar instrumen berupa soal-soal
o        Rubrik Penilaian
o        Lembar Evaluasi



J. JADWAL PENELITIAN
No
Kegiatan
Bulan
1
2
3
4
5
6
1
Sstudy Penelitian






2
Menyusun Proposal






3
Pengumpulan data






4
Analisis data






5
Menyusun draf Laporan






6
Revisi





























DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi , 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Prakti
Jakarta PT. Rineksa Cipta

Engkos S.R. 1994. Penjaskes. Jakarta; Erlangga

Husni, Agusta, dkk. 1987. Buku  pintar Olahraga . Jakarta; CV Mawar Gempita
Muhajir, 1998, Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Untuk SD Kelas 3,
JakartaErlangga
Slamet, S.R. 1994.Penjaskes 3. Jakarta; Tiga  Serangkai

Suharno. 1986, Ilmu Kepelatihan Olah Raga Yogyakarta; IKIP Yogyakarta.

Syarifuddin, Aib. 1997, Penjaskes 1,2,3, Jakarta; PT. Gramedia Widiasmara
Indonesia

Muhamamad Muhyi F.2009,Trampil Kinesterika, JakartaPT.Gramedia Widiasarana Indonesia.




































































Tidak ada komentar:

Poskan Komentar